Menkop Ferry Juliantono Dukung Penuh Koperasi Syariah Jadi Pilar Ekonomi Umat di MUNAS Ke-3 IKOSINDO 2026

BOGOR – Gerakan koperasi syariah di Tanah Air kian mendapatkan momentum strategis dalam memperkuat kedudukannya di kancah nasional. Di tengah pelaksanaan Musyawarah Nasional (MUNAS) Ke-3 Insan Koperasi Syariah Indonesia (IKOSINDO) yang berlangsung di Bogor, Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, secara terbuka menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap kebangkitan koperasi berbasis syariah.

Dukungan nyata ini menjadi angin segar bagi ratusan insan koperasi syariah yang tengah berkonsolidasi untuk mendorong kemandirian ekonomi nasional.

Pesan Kuat Menkop RI: Koperasi Syariah adalah Pilar Ekonomi Umat

Dalam sambutan resminya, Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono menyampaikan ucapan selamat sekaligus menaruh harapan besar pada hasil mufakat MUNAS Ke-3 IKOSINDO. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi ini demi melahirkan cetak biru ekonomi yang berpihak pada rakyat.

“Saya Ferry Juliantono, Menteri Koperasi Republik Indonesia, mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya musyawarah nasional ketiga untuk IKOSINDO,” ujar Menkop. “Semoga MUNAS ini menjadi ajang memperkuat sinergi dan melahirkan gagasan strategis untuk kemajuan koperasi syariah di Indonesia. Mari bersama perkuat koperasi syariah sebagai pilar ekonomi umat.”

Aspirasi dari Menkop Ferry tersebut selaras dengan kehadiran jajaran regulator di lokasi acara, salah satunya Niken Wulandari, S.Tp, M.E. selaku Asdep Pembiayaan Kementerian Koperasi, yang turut mengawal jalannya sesi keilmuan dan seminar nasional di forum tersebut.

Konsolidasi Akbar di Kota Hujan

MUNAS Ke-3 IKOSINDO tahun 2026 ini diselenggarakan selama dua hari, yakni Selasa–Rabu, 23–24 Juni 2026, bertempat di Hotel Salak The Heritage, Bogor. Forum tertinggi organisasi ini mengangkat tema yang relevan dengan dinamika global: “Memperkuat Sinergi Profesionalitas dan Kolaborasi Koperasi Syariah dalam Menghadapi Krisis Global dan Mendorong Kemandirian Ekonomi Indonesia.”

Acara berskala nasional ini memikat antusiasme tinggi dari para penggerak ekonomi syariah di berbagai daerah. Tercatat sebanyak 207 peserta dan tamu undangan memadati lokasi. Delegasi yang hadir tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, melainkan merata dari Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga  MUNAS Ke-3 IKOSINDO 2026, Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Koperasi Syariah Menuju Kemandirian Ekonomi Indonesia

Menjawab Tantangan Krisis lewat Prinsip Syariah

Ketua PLT IKOSINDO, Wawan Wikasno, S.E., S.Sy., menjelaskan bahwa penempatan acara yang dekat dengan ibu kota bertujuan agar gaung kontribusi koperasi syariah dapat didengar langsung oleh para pengambil kebijakan di tingkat pusat. Menurutnya, model ekonomi konvensional harus mulai diimbangi dengan sistem syariah yang terbukti lebih berkeadilan.

  • Fondasi Jamaah: “Dalam perspektif Islam, sinergi dan kebersamaan merupakan fondasi penting dalam membangun kekuatan ekonomi umat. Islam mendorong umatnya untuk bersinergi, karena tangan Allah bersama jamaah,” kata Wawan.
  • Keadilan Transaksi: Model koperasi syariah dinilai lebih manusiawi karena mengedepankan prinsip antaradhi minkum (saling ridha) dalam setiap transaksi keuangan.
  • Dampak Sektor Riil: Selain aktif memberdayakan UMKM melalui jaringan nasionalnya, Baitul Maal IKOSINDO juga konsisten berada di barisan depan dalam membantu penanganan bencana alam di Indonesia.

Harapan Kolaborasi Tiga Pilar ke Depan

Untuk mewujudkan ekosistem ekonomi Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin, IKOSINDO mendesak penguatan kolaborasi solid antara tiga pilar utama, yaitu koperasi syariah, pemerintah, dan pelaku usaha. Langkah ini juga dijalankan demi mengimplementasikan nilai Al-Qur’an agar perputaran kekayaan tidak hanya berpusat di kelompok tertentu saja.

Dengan adanya dukungan lisan dan kehadiran perwakilan dari Kementerian Koperasi pimpinan Ferry Juliantono, pelaku koperasi syariah optimistis bahwa dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, perkembangan industri ini akan semakin optimal. Legitimasi dan pengakuan yang lebih kuat dari pemerintah diharapkan dapat membuka akses maslahat yang jauh lebih luas bagi kesejahteraan umat di seluruh pelosok negeri.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *